Archive for October, 2006

my little star

Saturday, October 28th, 2006

me beyond the stars
couldnt reach it…
she’s the star itself
wouldnt be touch?

my little star keep blinking your smile
share some lite in this dawn
move the sky into starry nite

i just a dreamer
tryin’ to cacth my lil’ star

28 October 2006
3.27 am

New York


Starrynite


For My Friend

Sunday, October 8th, 2006

Dia Memberi Tahu, Menangis itu Tak Apa-apa

Bersahabat dekat dengan ,seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu, dan rasra percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling ber harga.
Erynn Miller, usia 18

Setelah berpisah bertahun-tahun, aku bertemu lagi dengannya tadi malam. Ia sengsara. Ia mengecat rambutnya, mencoba menyembunyikan warna aslinya, sama. seperti penampilannya yang kasar menyembunyikan ketidakbahagiaannya yang mendalam. Ia ingin mengobrol, jadi kami berjalan jalan. Sementara aku memikirkan masa depanku, formulir pendaftaran perguruan tinggi yang baru tiba, ia memikirkan masa lalunya, rumah yang baru ditinggalkannya. Lalu ia bicara: Ia bercerita tentang pacarnya-dan aku pun melihat hubungan cinta yang bergantung pada seorang lelaki bertipe dominan. Ia bercerita tentang obat-obat terlarang dan aku melihat bahwa obat adalah pelariannya. Ia ber
cerita tentang cita-citanya-dan aku melihat impian materi yang tidak realistis. Ia bercerita dirinya memerlukan seorang teman dan aku melihat harapan, karena paling tidak aku bisa memberikannya kepadanya.
Kami dulu berkenalan di kelas 2 SD. Giginya baru tanggal, dan aku sedang merindukan teman-temanku. Aku baru saja pindah melintasi benua, menemukan ayunan besi yang dingin dan wajah mengejek yang dingin di luar pintu PS. 174, sekolah baruku. Aku bertanya padanya apakah aku boleh meminjam buku komik Archie miliknya, meskipun aku tak begitu suka komik; dia bilang boleh, meskipun dia tak begitu suka berbagi. Mungkin kami sama-sama mencari senyuman. Dan kami menemukannya. Kami menemukan seseorang untuk teman cekikikan waktu telah malam larut, seseorang untuk menghirup susu coklat hangat bersama di musim salju yang dingin saat sekolah diliburkan dan kami sering duduk berdua dekat jendela, memandang salju turun tiada henti.
Pada musim panas, di kolam renang; aku disengat lebah. Ia menggenggam tanganku dan mengatakan padaku bahwa dia akan menemaniku dan kalau aku mau menangis, itu tak apa-apa-jadi aku pun menangis. Pada musim gugur, kami menyapu daun hingga menjadi tumpukan, lalu bergiliran melompatinya tanpa merasa takut karena kami tahu bahwa kasur warna-warni itu akan menahan tubuh kami kalau kami jatuh.
Hanya sekarang; dia sudah jatuh dan tak ada yang menangkapnya. Kami sudah berbulan-bulan tidak mengobrol, dan kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Aku sulah pindah ke California, dan, dia pindah dari rumahnya. Pengalaman kami terpisahkan jarak bermil-mil, membuat hati kami berjauhan, lebih jauh daripada benua yang baru dilintasinya. Melalui kata-katanya aku merasa terasing, tapi melalui matanya aku merasakan kehausannya. Ia membutuhkan dukungan dalam usahanya mencari kekuatan dan awal baru. Ia memerlukanku sebagai temannya. Jadi aku menggenggam tangannya dan mengatakan bahwa aku akan menemaninya dan kalau ia mau menangis, itu tak apa-apa-dan dia pun menangis.

Daphna Renan
CHICKEN SOUP for TEENAGE SOUL